Pariwisata Banyuwangi Tuai Berkah Perayaan Nyepi

Banyuwangi - Adanya perayaan Nyepi di Bali, membawa berkah tersendiri buat pariwisata Banyuwangi. Di hari itu, wisatawan yang tiba ke Banyuwangi lebih banyak dari hari biasa.
Perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1939 di Bali, merupakan berkah bagi destinasi wisata, hotel dan restoran di Kabupaten Banyuwangi. Wisatawan domestik dan mancanegara membanjiri kabupaten yang berjuluk 'Sunrise of Java' ini. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih kepada wisatawan domestik dan mancanegara yang sudah mempercayakan liburannya di Banyuwangi.
"Nyepi merupakan berkah bagi wisata di Banyuwangi. Dan ini dinikmati oleh hotel restoran dan destinasi wisata di Banyuwangi. Kita terima kasih kepada wisatawan yang sudah tiba ke Banyuwangi," ujar Bupati Anas kepada detikTravel, Rabu (29/3/2017).
"Ini bukti jikalau pengembangan pariwisata di Banyuwangi meningkat. Itu di GWD tiket hingga habis. Belum lagi Kawah Ijen dan lainnya. Perayaan Nyepi disambut distributor tour and travel dengan mengatakan acara wisata di Banyuwangi," tambahnya.
Tak hanya itu, liburan Nyepi juga dimanfaatkan oleh Pemkab Banyuwangi untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata gres ketika ini. Seperti halnya yang dilakukan Bupati Anas, ketika libur Nyepi, Selasa (28/3) kemarin, mencoba destinasi wisata Ijen Shelter.
Destinasi wisata di kaki gunung Ijen ini berada di Desa Banjar, Kecamatan Licin. Ijen Shelter yaitu akomodasi penunjang pariwisata gres yang dimiliki Banyuwangi yang mengatakan ketenangan khas suasana pegunungan.
Di sana ada penginapan berupa rumah pohon yang dilengkapi dengan restoran. Di rumah pohon yang berkapasitas hingga lima orang itu, wisatawan dapat menginap sambil menikmati indahnya panorama pegunungan. Suara burung, kera, dan binatang lainnya terdengar di rumah pohon itu. Sejuk semilir angin menambah nikmat bersantai.
"Kami terus mendorong pengembangan akomodasi pariwisata ibarat ini, yang tidak perlu mewah. Humble tapi berkelas, alasannya yaitu yang ibarat ini punya prospek besar. Wisatawan yang meminati cukup banyak, alasannya yaitu anti-mainstream. Banyak lho wisatawan kelas menengah kota-kota besar yang bosan menginap di hotel yang semuanya serba bagus. Terbukti akomodasi yang mengatakan kesunyian ibarat ini cukup diminati di Banyuwangi," ujar Anas.
Di akomodasi anyar itu, rumah pohon dikreasi dari limbah kayu, sehingga muncul kesan eksotis. Kamar tidurnya dibentuk bertingkat, sehingga dapat menampung lebih dari dua orang. Kamar mandinya dibentuk dari watu kali dengan dilengkapi shower.
Selain penginapan, di sana ada akomodasi latihan memanah. Di Banyuwangi, telah ada destinasi wisata yang berbagi daerah memanah. Selain di Ijen Shelter, sebelumnya ada di Karo Adventure yang terintegrasi dengan daerah arung gerojokan di Kecamatan Songgon.
Anas mengapresiasi para pengelola wisata di Banyuwangi yang tanggap dengan tren pasar, ibarat berbagi akomodasi memanah untuk melengkapi destinasinya. Ketika panahan sedang tren, pengelola destinasi pribadi menyiapkannya dan mempromosikan ke media sosial.
"Saya kira ini bagus, alasannya yaitu jadi bukti jikalau pengelola destinasi sudah peka marketing, sehingga dapat menangkap tren pasar. Makara kalau kita kembangkan wisata ini harus akil cari posisi dan tangkap peluang," papar Anas. Sumber detik.com
Komentar
Posting Komentar