Mengenal Cahaya Nirwana Yang Terendam Banjir

Gunungkidul - Gua Jomblang di Gunungkidul sedang terendam banjir hingga ketinggian 60 meter. Gua ini sejatinya sudah jadi destinasi wisata tersohor dengan Cahaya Surganya.
Munculnya Badai Cempaka di perairan Selatan Jawa, mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan hujan. Kawasan Gunungkidul pun banjir, beberapa gua di sana yang merupakan destinasi wisata ibarat Gua Jomblang pun ikut terendam air. Sehingga, kegiatan wisata harus ditutup sementara.
Meneganl Gua Jomblang, dalam catatan detikTravel gua ini berada di Desa Jetis Wetan, Kecamatan Semanu. Cahyo Alkantana, selaku pengelola daerah Gua Jomblang menyebarkan kisah wacana Gua Jomblang yang terkenal mempunyai fenomena Cahaya Surga.
Ketika hingga di Gua Grubug itulah, terdapat lubang besar dengan berada di ketinggian 100 meter. pada sekitar pukul 11.00-12.00 WIB, terlihatlah fenomena Cahaya Surga tersebut.
"Banyak yang bilang cahaya itu ialah cahaya surga. Saat melihatnya, tak sedikit ada yang salat, bersujud atau berdoa. Cahaya ibarat ini terjadi secara alami, tidak ada di tempat lain. Saya sudah ke seluruh gua di dunia, tapi belum pernah menemukan Cahaya Surga ibarat di Gua Grubug ini," jelas Cahyo Alkantana
(Indra Wijaya/d'Traveler) |
Cahayanya luar biasa indah. Dengan suasana gua yang sangat gelap, cahaya itu makin terlihat begitu mempesona.
"Cahaya Surga ini terbentuk secara alami. Begini, di dasar Gua Jomblang dan Gua Grubug itu ada sungai bawah tanah yang sepanjang 25 km. Sungai bawah tanah itu mempunyai jeram-jeram, sehingga partikel airnya terangkat ke udara. Partikel-partikel air itulah yang lalu membentur cahaya dan menjadi apa yang kita lihat pada Cahaya Surga itu," papar Cahyo Alkantana.
BACA JUGA: Banjir di Gunungkidul, Apakah Merusak Gua Jomblang?
Sebenarnya, Cahaya Surga ini gotong royong ada di dalam Gua Grubug bukan di Gua Jomblang. Namun, traveler sudah banyak yang terlanjur dan mengenalnya ada di Gua Jomblang. Cahyo Alkantana sendiri tak ambil pusing.
"Iya banyak yang bilang itu di Gua Jomblang, bukan di Gua Grubug. Tak problem kok, wong sama-sama satu sistem gua. Tidak apa-apa, terserah saja," ujar Cahyo Alkantana yang juga sebagai ikon petualang Indonesia sekaligus menjabat ketua Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA).
(Febrinter/dTraveler) |
Untuk melihat Cahaya Surga, sudah banyak tur operator di Yogya yang menjual paket liburan ke Gunungkidul untuk mengunjungi Gua Jomblang dan Gua Grubug. Cahyo berujar, semua operator tur yang memperlihatkan perjalanan ke Gua Jomblang dan sekitarnya niscaya menghubungi dirinya. Sebab Cahyo dan timnya, merupakan para pengurus kelestarian gua-gua di Gunungkidul sekaligus memandu traveler. Turun ke guanya pakai peralatan khusus dengan teknik SRT (Single Rope Technic) yang memakai tali, jadi tidak main-main.
Sejak selasa (27/11) kemarin, Gua Jomblang terendam banjir hingga ketinggian 60 meter. Gua ini memang modelnya gua vertikal, yang artinya airnya memenuhi gua. Menurut Cahyo, di final pekan ini sehabis airnya surut Gua Jomblang sanggup kembali didatangi.
"Diperkirakan buka Sabtu besok. Oh iya, Gua Jomblang gres saja menerima award sebagai tempat wisata unik terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017," tutup Cahyo Alkantana.
Pintu masuk menuju Gua Jomblang yang terendam banjir (dok Istimewa/Cahyo Alkantana) |
(Indra Wijaya/d'Traveler)
(Febrinter/dTraveler)
Pintu masuk menuju Gua Jomblang yang terendam banjir (dok Istimewa/Cahyo Alkantana)
Komentar
Posting Komentar