Manusia Kulit Sisik Menyerupai Musuh Black Panther, Ada Di Dunia Nyata

Erik Killmonger, musuh Black Panther dengan kulit penuh sisik (Marvel Entertainment/Youtub)

Wewak - Sudah nonton film 'Black Panther'? Erik Killmonger yang diperankan Michael B Jordan ialah musuhnya yang punya kulit mirip sisik. Itu sungguhan ada di dunia!

Dalam film 'Black Panther', T'Challa sang Raja Wakanda menghadapi beberapa musuh. Yang dinilai paling kuat, sudah niscaya Erik Killmonger. Bagi yang sudah menonton filmnya, atau melihat official trailer, Erik Killmonger punya tampilan yang mengerikan.

Perhatikan kulitnya yang mirip sisik. Itu terlihat ketika ia membuka bajunya, dan badannya dipenuhi banyak sisik tersebut. Mungkin banyak yang berpikir jikalau itu 'ya cuma di film doang'. Eits jangan salah, di dunia faktual sungguhan ada!

Adalah suku Chambri yang hidup di pedalaman Papua Nugini, yang dijuluki Manusia Buaya. Tak ayal, alasannya mereka punya sisik di tubuhnya.

Erik Killmonger yang kulitnya terlihat bersisik Erik Killmonger yang kulitnya terlihat bersisik (Marvel Entertainment/Youtube)


Tentu, sisik itu tidak muncul secara alamiah. Usut punya usut, mereka punya tradisi berupa menyayat tubuh dan membentuk kulit di badannya. Sehingga, menjadi mirip sisik buaya yang menonjol-nonjol!

Di sekitar kawasan tinggal suku Chambri, baik di Danau Chambri dan Sungai Sepik masih banyak buaya yang hidup. Ada dua jenisnya, buaya Papua Nugini dan buaya muara. Ukurannya besar-besar, dari 4 hingga 7 meter!

Bagi Suku Chambri, buaya merupakan binatang yang sangat diagungkan. Sebab mereka percaya, leluhur mereka dulunya ialah buaya yang semacam berevolusi ke daratan dan bermetamorfosis manusia. Mereka juga menjaga kehidupan buaya dan tidak memburunya.

Inilah sayatan yang mirip sisik buaya pada suku Chambri (Daniel NADLER/Youtube)Inilah sayatan yang mirip sisik buaya pada suku Chambri (Daniel NADLER/Youtube)


Tradisi menyayat tubuh dan membentuk kulit di tubuh menjadi mirip sisik buaya, sudah dilakukan semenjak zaman dulu. Tradisi ini merupakan suatu tanda seorang laki-laki menjadi remaja dan dipercaya akan menciptakan para laki-laki menjadi orang yang besar lengan berkuasa alasannya bisa melewati rasa sakitnya. Biasanya dilakukan dari mulai 11 tahun hingga 25 tahun.

Yang menyayatnya, ialah kepala suku. Mereka yang disayat pun harus menahan rasa sakit, kala pisau mencabik-cabik kulit mereka. Kabarnya, tak sedikit juga ada yang meninggal alasannya kehabisan darah dan tidak tahan dengan rasa sakitnya.

Proses ketika kulit disayat (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)Proses ketika kulit disayat (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)


Seluruh laki-laki Suku Chambri mempunyai bekas sayatan dan terlihat mirip sisik buaya. Mereka juga dengan bangga, memamerkan bekas sayatannya.

Beberapa operator tur yang memperlihatkan paket perjalanan ke Danau Chambri sekaligus bertemu Suku Chambri mirip Sepik River Canoe Adventure Tours, North Star Cruises Australia dan Mapex Travel Tours. Turis akan diajak melihat kehidupan Suku Chambri dari dekat, para wanitanya juga bakal menghibur dengan tarian.

Suku Chambri mendiami daratan di sekitar Danau Chambri, Provinsi Sepik. Dilihat dari peta, posisinya ada di utara Papua Nugini yang bisa ditempuh naik pesawat selama 2 jam dari ibukota negara Papua Nugini, Port Moresby.

Sayatan tanda laki-laki sudah remaja dan mirip sisik buaya (Daniel NADLER/Youtube)Sayatan tanda laki-laki sudah remaja dan mirip sisik buaya (Daniel NADLER/Youtube)

Sumber detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Itinerary Liburan 3 Hari Di Joglosemar

Hari Terakhir Gatf, Ada Diskon Menggiurkan Taman Safari Jungle Land

Wisatawan Spanyol Diundang Berkunjung Ke Ternate-Tidore