Rela Berdiri Dini Hari Demi Sunrise Gunung Bromo

Pemandangan Gunung Bromo dari Penanjakan 1 di Pasuruan (Kurnia/detikTravel)

Pasuruan - Keindahan Bromo terkenal hingga mancanegara. Pesona sunrise dan daerah sekitar gunung ini memang sungguh memanjakan mata.

Kawasan Gunung Bromo masuk dalam wilayah empat kabupaten, yakni Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang. detikTravel berkunjung ke Bromo dua pekan lalu, menikmati pagi yang indah di Penanjakan 1 yang masuk wilayah Pasuruan.

detikTravel bersama rombongan media dan influencer dari Jakarta menginap di Plataran Bromo, Desa Ngadiwono, Tosari, Pasuruan. Letaknya dapat dibilang tidak mengecewakan akrab dengan Penanjakan 1, tempat favorit untuk melihat sunrise Bromo.

Karena ingin melihat sunrise, maka harus siap bangkit dini hari. Sekitar pukul 02.30 aku bersama rombongan menuju ke restoran Teras Bromo by Plataran.

BACA JUGA: Si Cantik Tara Basro yang Terpesona Keindahan Bromo

Teras Bromo ini dapat dibilang menjadi pos jeep dan rest area dengan kemudahan premium buat traveler yang mau jelajah Bromo. Kalau mau menyewa jeep untuk ke Bromo dari sini pun bisa, harganya berkisar Rp 750 ribu untuk 1 jeep.

"Teras Bromo jadi Jeep check point juga dengan kemudahan lengkap. Ada 120 jeep yang kita sudah kerjasama," ujar Fauzi Prihatin, Area Manager Plataran Bromo.

Setelah menyesap teh hangat, kami bersiap naik jeep dan perjalanan pun dimulai. Jam mengatakan pukul 03.00 WIB pagi ketika jeep-jeep mulai berjalan di jalanan aspal yang menanjak dan berbelok-belok.

"Kita paling deket ke Penanjakan, itu kelebihannya lewa Pasuruan. Kita selalu berangkatnya jam 03.00 biar dapat hingga Penanjakan, view point yang paling atas. Kalau lebih siang nanti macet," jelasnya.

Perjalanan ditempuh kurang lebih 45 menit. Suasana jalanan cukup gelap, hanya sinar lampu kendaraan beroda empat yang menerangi. Meskipun begitu, sesekali kami berpapasan dengan ibu-ibu yang membawa hasil kebun untuk dijual di pasar. Udara masbodoh tak menyurutkan semangat mereka untuk bekerja bahkan semenjak mentari belum bersinar.

Kami pun melewati check point jeep lainnya yang cukup ramai dengan traveler dan jeep yang terparkir rapi di pinggir jalan. Semakin jauh berkendara, kami melewati sejumlah view point Bromo menyerupai Bukit Kingkong dan Bukit Cinta.

Semakin mendekati Penanjakan 1, jalanan mulai padat, macet pun tak dapat dihindari. Untungnya kami sudah begitu dengan dengan tujuan. Kami pun turun dan berjalan kaki sebentar hingga ke Penanjakan 1.

Rela Bangun Dini Hari Demi Sunrise Gunung BromoFoto: (Kurnia/detikTravel)


Waktu mengatakan pukul 03.54 ketika kami tiba di daerah Penanjakan 1. Sebelum menuju ke view point nya, buat traveler yang mau istirahat sejenak banyak pilihan tempatnya. Di kanan kiri jalan ada toko suvenir dan warung yang menjual minuman hangat serta jajanan menyerupai mie instan dan gorengan.

Setelah mengisi perut, saatnya menuju spot yang dinanti-nanti. Di Penanjakan 1 ini memang fasilitasnya lengkap dengan musala dan toilet, serta tribun 10 tingkat untuk traveler duduk menanti sunrise.

BACA JUGA: Si Cantik Penyuka Moge

Pagi itu tribun sudah penuh dengan wisatawan, di final pekan objek wisata ini memang selalu jadi favorit. Banyak juga yang berdiri mencari spot terdepan di akrab pagar pembatas. Kamera dan tripod ada yang sudah terpasang untuk mengabadikan suasana pagi itu.

Selagi mencari tempat yang tepat, Rychard Kyle, bintang film serta host 'My Trip My Adventure' yang ikut bersama rombongan mengajak untuk ke spot lain yang katanya pemandangannya tak kalah keren dan tempatnya lebih sepi.

Saya dan rombongan pun mengikuti Richard berjalan ke ujung tribun, kemudian belok kiri melewati jalan setapak yang menurun. Tak hingga 10 menit, kami tiba di area tanah mendatar. Benar saja, tak ada wisatawan lain di sini.

Rela Bangun Dini Hari Demi Sunrise Gunung BromoFoto: (Kurnia/detikTravel)

Tak beberapa usang kemudian, mentari mulai terbit. Pagi itu sunrisenya agak tertutup kabut. Namun pagi yang damai itu tetaplah syahdu, dengan langit yang menampakkan garis jingga dan pegunungan eksotis yang mulai terlihat.

View daerah Kaldera Tengger, menyerupai Gunung Bromo dan Gunung Batok terihat dengan cantiknya. Di kejauhan, puncak Gunung Semeru pun terlihat dengan gagahnya.

Asyiknya lagi, kami bebas berfoto di sini tanpa diphotobomb wisatawan lain. Setelah langit semakin cerah, barulah beberapa wisatawan lain juga terlihat menuruni jalan setapak yang tadi kami lewati, meskipun tetap tidak seramai turis di lokasi tribun Penanjakan 1. Rupanya spot anti mainstream ini cukup terkenal juga ya.

Rela Bangun Dini Hari Demi Sunrise Gunung BromoFoto: (Kurnia/detikTravel)

Puas berfoto di sana, kami kembali ke tribun. Wah pemandangan dari sini juga begitu menakjubkan. Kawasan Kaldera Tengger yang luas terpampang di depa mata. Tak mengherankan jikalau traveler dari banyak sekali daerah rela bangkit dini hari untuk ramai-ramai tiba kemari.

Nah, buat traveler yang berencana ingin menikmati pagi di Penanjakan 1, sebaiknya perhitungkan perjalanan dari penginapan kemari. Jika letak penginapan cukup jauh, sebaiknya berangkatlah lebih awal untuk menghindari macet.

Jangan lupa sedia perlengkapan untuk menghalau dingin. Pakailah jaket tebal, sarung tangan serta sepatu yang nyaman, supaya pengalaman berburu sunrise di Bromo dapat lebih maksimal.

Rela Bangun Dini Hari Demi Sunrise Gunung BromoFoto: (Kurnia/detikTravel)

Sumber detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Itinerary Liburan 3 Hari Di Joglosemar

Hari Terakhir Gatf, Ada Diskon Menggiurkan Taman Safari Jungle Land

Wisatawan Spanyol Diundang Berkunjung Ke Ternate-Tidore